Pagi-Pagi ditempat aktifitas setelah semalaman ga bisa buka HP karena charger tertinggal. Bermacam pesan mulai masuk. ada satu pesan di salah satu grup whatshap. Pesan itu cukup menggetarkan hatiku. Tak terasa haru menyelimuti pagiku.
Pesan yang tertulis seperti ini :
Surat cinta untuk Abi dan Umi :
- Ummi/Abi... Jangan risau apa yang belum bisa kulakukan, lihatlah apa yang sudah bisa kulakukan, lihatlah lebih banyak kelebihanku.
- Ummi/Abi... Aku memang belum bisa berhitung, tapi lihatlah aku bisa bernyanyi dan selalu tersenyum ceria
- Ummi/Abi... jangan keluhkan aku tidak bisa diam, lihatlah energiku ini, bukankah kalau aku jadi pemimpin aku butuh energi sebesar ini?.
- Ummi/Abi... Jangan kau bandingkan aku dengan anak lain, lihatlah aku tidak pernah membandingkanmu dengan orang tua lain, aku hanya satu.
- Ummi/Abi.. janganbosan dengan pertanyaan-pertanyaanku, lihatlah besarnya rasa ingin tahuku, aku belajar banyak dari rasa ingin tau...
- Ummi/Abi... jangan bentak-bentak aku,lihatlah aku punya perasaan, seperti engkau juga memilikinya, aku sedang belajar memperlakukanmu kelak
- Ummi/Abi... jangan ancam-ancam aku, seperti engkau juga tidak suka diancam orang lain, lihatlahaku sedang belajar memahami keinginanmu.
- Ummi/Abi... jangan lihat nilaiku yang rata-rata atau biasa saja, lihatlah aku mengerjakannya dengan jujur. lihatlah aku sudah berusaha
- Ummi/Abi... aku memang belum bisa membaca. namun lihatlah aku bisa bercerita, pada saatnya aku akan bisa. aku butuh engkau percaya
RSS Feed
Twitter
14.41
tak semua sama


