Duh… badan rasanya mendidih dan
panas dingin, saat membaca berita dan menonton video kekerasan anak di bukit
tinggi. Apa yang dilakukan anak itu?
Langsung aku teringat pada 2
anakku yang statusnya perempuan. Sebagai manusia normal mungkin aku akan balas
perlakuan mereka yang menyakiti anakku. Tapi akal sehat dan kepala dingin
mungkin bisa mendudukan masalah yang sedang terjadi.
Jika aku pada posisi dan keadaan
mereka, mungkin mereka sedang memperdebatkan atau apalah yang membuat anak yang
teraniaya itu tak ditolong oleh kawan-kawannya, bahkan tak ada yang bergerak
untuk menyudahi perlakuan mereka. Mungkin saking jengkelnya atau apalah
sehingga merasa ada pembenaran terhadap perlakuan kawan-kawan yang lainnya.
Tapi sebagai orang tua yang
sangat menyayangi buah hatinya, aku tidak akan rela anakku diperlakukan seperti
itu. Jadi teringat peristiwa MOS adikku di Sekolahnya. 3 hari MOS adikku selalu
mengeluh dengan bentakan, cacian bahkan sampai-sampai pekerjaan rumahnya
disobek di depan mukanya. Sampai-sampai dia mengigau tak karuan saat tengah
malam sehingga membuat orang tuaku khawatir.
RSS Feed
Twitter
15.23
tak semua sama




