Selasa, 17 Maret 2015



Beberapa hari ini anak ku yang pertama mulai merajuk. “Abi ga sayang mba fira” celetuknya.

Deg….

“Waduh.. kok anak ku sudah bisa menyimpulkan seperti itu ya. Wah sepertinya ada yang salah dengan aku selama ini. Pernyataan itu sepertinya memang tidak main-main dilontarkannya. Perlu dicari sebabnya nih” begitu pikirku di sela-sela jam istirahat kantor.

Memang benar apa yang dikatakan pemateri pada kegiatan kajian ahad pagi untuk orang tua wali ahad (15/3) lalu. Aku sebagai orang tua harus mulai menjadi seorang multipler bukan menjadi orang tua yang deminiser. Orang tua yang multiplier adalah orang tua yang menggunakan kecerdasan/kemampuan mereka untuk memperkuat kecerdasan dan kemampuan anak kita. Sedangkan orang tua yang deminiser adalah orang tua yang malah membatasi kemampuan anak.

Terlepas dari semua teori tentang parenting yang saat ini menggejala. Pernyataan anakku tersebut membuat aku sebagai orang tua memang harus memperbaiki diri. Caranya adalah dengan belajar. Memang untuk menjadi orang tua yang “ideal” dibutuhkan waktu dan pengalaman. Namun dengan belajar aku dapat menimba pengalaman dari orang lain yang mempunyai masalah yang sama ataupun berbeda. Pengalaman dari orang lain dan ada solusi untuk mengatasi beragam masalah itu penting. Hal itu karena kesibukan kerja yang memang sudah menjadi kewajibanku sebagai orang tua untuk bertanggung jawab atas titipan Alloh itu.

Lewat tulisan ini aku ingin menyampaikan terima kasih mbak fira dan dek sila. Abi janji akan belajar untuk menjadi orang tua yang baik untuk kalian. Entah ukuran baik itu dipandang dari mana. Tapi oke-lah kita bisa diskusikan. Maafkan aku anak-anakku jika belum dapat menjadi ayah yang baik untuk kalian.  

0 komentar: