Rabu, 12 Juni 2013


Salah satu hari yang membahagiakan untuk anak dan kedua orang tuanya. Saat itu adalah perayaan ulang tahun anak. Kehidupan terasa beda saat hari itu tiba. Bahagia, senang, ceria untuk orang tua yang baru merayakan ulang tahun anaknya untuk pertama kali. Seolah baru kemarin keduanya merayakan ulang tahunnya lah, sekarang sudah hadir seorang malaikat kecil yang telah genap berusia 1 tahun.

Kebersamaan selama setahun tentunya penuh kenangan dan penuh dengan idealisme dalam mengasuh anak. bagi sebagian orang tua, memperlakukan anak pertama ibarat barang pecah belah yang harus super ketat dijaga agar tidak pecah. Semua informasi pasti dilahap kedua orang tuanya. Mulai dari buku, tulisan di internet bahkan mitos yang berkembang di masyarakat akan menjadikannya belajar mengasuh anak. Tapi ada juga sebagian orang tua yang rasionalis akan tetap menggunakan sumber yang “shohih” untuk pola pengasuhan anaknya.

Saling bertukar pandangan dan ilmu antar sesamanya dapat memperkaya pengetahuannya terhadap pola pengasuhannya. Namun, tetap saja pola pengasuhannya akan sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan orang tuanya dulu. Tak dipungkiri jika berguru dengan orang tua ataupun mertua baik namun, kadang juga beberapa hal perlu disingkronkan dengan second opinion dari dokter ataupun psikolog. Jika memang “konslet” dengan ilmu pengetahuan yang berkembang maka perlu ditimbang perlunya melakukan pola pengasuhan anak tersebut.

Namun, perlu diingat; mengasuh anak bukan lah sedang menguji antara kebenaran ilmu pengetahuan dengan kebiasaan pola pengasuhan anak zaman dahulu. Jangan sampai anak kita menjadi kelinci percobaan untuk memaksakan pola pengasuhan yang sedang kita pelajari. 

0 komentar: