Membagi tugas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah menjadi
kegiatan rutin setiap pagiku. Pekerjaan itu dimulai setelah kubuka mataku dari
nyenyaknya tidurku. Teng… begitu mata terbuka sedikit malas juga sering-terlalu
sering malah membuat badanku berat buat segera bangkit.
Melihat jam wuiihh… langsung deh beranjak dari samping anak
perempuanku yang pertama. Sholat subuh pun terlaksana untuk mengawali kegiatan
setiap pagi. Doa-doa ku panjatkan terutama biar dosa-dosaku terampuni. Aamiin
Kegiatan pagi ini dilanjutkan dengan membersihkan halaman
depan. Entah kebalik atau tidak namun lebih nyaman sepertinya pembersihan yang
dilakukan pertama adalah halaman luar. Sapu lidi dan serok pun mulai aku
mainkan. Mulai dari “longkangan” barat daun kering yang ada disitu ku giring ke
depan. Daun kering Yang ada di antara tanaman samping rumah nih susah digiring
jika tak pakai tangan… mulai deh tangan berkotor-kotor untuk memungut bahan
kompos itu. Tapi sebelum itu semua baju kotor yang menumpuk sudah diputer-puter
ma tu mesin pemutar baju.
Lanjut dengan pekerjaan kedua,yaitu mengeluarkan motor dari
rumah. Sesekali kalo anakku yang kedua sudah bangun ia minta “nyaik..nyaik..”
tandanya mau naik motor. Tapi pas di-on kan dan digas kenceng “blayer” ciut
deh. Lucu juga.. hehehe
Setelah itu, barulah menjemur baju-baju yang sudah bersih di
“pemean” besi. Sesekali anakku juga ikut bantuin “memeni” baju itu sambil
diabsen.. punya mba fila… punya lila.. punya umi… begitu celotehnya. Selesai semua
anakku yang kedua minta dimasukkan ember dan diangkat bersama embernya. Nggemesin
tu anak.. hehehe
Tahap selanjutnya
bangunan kakak fira, tapi kalo sudah bangun semua, saatnya mandi. Sambil menyanyi :
ayo mandi..
mandi pagi…
matahari sudah tinggi
ayam jantan berkokok
kukuruyuk
Selesai mandi, dandanin kedua anak jadi aktifitas
selanjutnya tentunya sambil nonton masha and the bear di antv. Mulai dari
popok, celana, baju sampai menyisir anak satu-satu pekerjaan tertuntaskan juga.
Tak berapa lama.. makanan telah disajikan umi –nya. Nah saatnya
makan, kadang lahap dan kadang susah akhirnya nasi, sayur dan lauk pindah dari
piring ke perut mungil anak-anak.
Pekerjaan diatas rutin dijalankan setiap pagi senin-jumat,
dengan variasi kegiatan yang lain tentunya. Jauh dari kesan sombong atau riya’ atau
curcol, aku berkisah ini hanya ingin menulis saja karena sudah lama tidak
menulis. Biar semangat ku menulis tak redup. Aamiin
RSS Feed
Twitter
16.06
tak semua sama


0 komentar:
Posting Komentar